ASSESMEN P5 KURIKULUM MERDEKA


 
A.Pertimbangkan:
  1. Keberagaman kondisi peserta didik dan sesuaikan metode asesmen.
  2. Tujuan pencapaian projek dan membuat  asesmen yang bukan hanya berfokus pada produk pembelajaran, tetapi berfokus pada dimensi, elemen, dan sub-elemen Profil Pelajar Pancasila yang disasar.
  3. Pembuatan indikator perkembangan sub-elemen antarfase di awal projek berguna untuk memperjelas tujuan projek.
  4. Bangun keterkaitan antara asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. 
Hasil dari asesmen diagnostik dapat dipakai untuk memetakan kekuatan dan kelemahan peserta didik sebagai acuan Tim Fasilitasi dalam menentukan indikator performa peserta didik ketika merancang asesmen formatif dan sumatif. Asesmen formatif yang disusun dengan memperhatikan tugas sumatif dapat menurunkan beban kerja peserta didik dan memperjelas relevansi tugas formatif. Misalnya, di projek “Sampahku, Tanggung jawabku”, asesmen akhir berupa kegiatan menarik seperti pameran poster aksi merupakan puncak dari proses pembelajaran melalui projek. Karena pembuatan poster adalah kegiatan yang cukup berat, peserta didik sudah dipersiapkan sebelumnya dengan kegiatan formatif di mana peserta didik mendapatkan umpan balik mengenai poster dan presentasinya.
Jelaskan tujuan asesmen dan libatkan peserta didik dalam proses asesmen. Misalnya, peserta didik dapat memilih topik yang akan dinilai, metode asesmen tertulis/ tidak tertulis, presentasi/pembuatan poster), danpengembangan rubrik. Pendidik juga dapat membimbing peserta didik dalam menggunakannrubrik/kriteria penilaian agar peserta didik merasa terlibat dalam mengelola dan menilai proses pembelajaran mereka sendiri.
 
B. Alur tujuan P5
Pahami dahulu dimensi untuk setiap sub-elemen Profil Pelajar Pancasila
1. Menentukan tujuan pembelajaran (sesuai alur perkembangan dimensi)
    Contoh: Fase D:
“Menjelaskan perubahan budaya seiring waktu dan sesuai konteks, baik dalam skala lokal, regional, dan nasional. Menjelaskan identitas diri yang terbentuk dari budaya bangsa.” → Sub-elemen: Mendalami budaya dan identitas budaya → Elemen: Mengenal dan menghargai budaya → Dimensi: Berkebinekaan Global
 
2. Merancang indikator (memastikan kedalaman tujuan, membuat indikator yang mencakup aspek kognisi, sikap, dan keterampilan)
     Contoh:
“Mampu menjelaskan perkembangan budaya daerah sebagai bagian dari budaya nusantara”, “Mampu menunjukkan sikap toleran terhadap perbedaan budaya", “Mampu merefleksikan identitas diri yang terbentuk dari keragaman budaya di nusantara”.

3. Menyusun strategi asesmen
a. Dengan cara apa peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dan perilaku yang sesuai (penguasaan tujuan)? (Mengembangkan bentuk asesmen: menyajikan informasi/membuat produk/melakukan sesuatu)
b. Dengan cara apa pendidik bisa mengukur kemampuan peserta didik tersebut? (Mengembangkan instrumen asesmen: soal tertulis, kuis (pemahaman), jurnal, lembar ceklis/observasi, rubrik, portofolio (kinerja/keterampilan). 

4. Mengolah hasil asesmen dan bukti pencapaian peserta didik untuk membuat inferensi (kesimpulan) mengenai pencapaian peserta didik terhadap tujuan pembelajaran.
a. Hasil asesmen bisa didapatkan dari skor tes, isian lembar ceklis/observasi, identifikasi rubrik.
b. Bukti pencapaian dapat berupa produk belajar seperti catatan, lembar jawaban, hasil karya, foto/rekaman saat melakukan pekerjaan, dan sebagainya.

C. Alat assesmen
Yang paling mudah menggnakan rublik.
a. Bagi pendidik. Rubrik yang efektif dapat mengurangi waktu yang dihabiskan pendidik untuk menilai karena sudah ada deskripsi jelas yang menjadi acuan pendidik. Deskripsi ini memastikan konsistensi dan objektivitas dalam menilai sehingga dapat mengurangi ketidakpastian dan keluhan tentang nilai
b. Bagi peserta didik. Rubrik yang efektif dapat memberikan peserta didik pemahaman yang jelas mengenai ekspektasi suatu tugas.
Rubrik yang efektif untuk projek sebagai berikut:
1. Jumlah Kriteria dan Tingkatan Kualitas
Jumlah kriteria dan tingkatan kualitas performa, yaitu 3‒5 tingkatan kualitas performa dan lebih dari 2 kriteria performa
2. Deskripsi tiap Tingkatan Jelas
a. Deskripsi yang jelas dan dapat dibedakan antar tingkatan.
b. Memiliki kriteria dan deskripsi terperinci akan kualitas performa sesuai dengan tingkatannya, hal yang membuat peserta didik memenuhi kriteria.
c. Panduan memberikan contoh dengan 4 kriteria yaitu:
  • mulai berkembang (MB)
  • sudah berkembang (SB)
  • mahir (M)
  • sangat mahir (SM )
3. Deskripsi Mudah Diobservasi
Rubrik dibuat untuk mempermudah penilaian dan menjaga penilaian tetap objektif. Penjelasan kriteria tidaklah bersifat analisi tetapi deskriptif yang bisa dengan mudah dinilai dari observasi. 
4. Berdasarkan Dimensi, Elemen, Sub-elemen
Dalam mengembangkan rubrik untuk projek penguatan, pendidik dapat mengacu kepada naskah akademik Profil Pelajar Pancasila untuk melihat sub-elemen profil yang bisa dikembangkan melalui projek.
5. Sesuaikan tipe aktivitas
Tipe aktivitas dan ketrampilan yang dikembangkan, sesuai alur projek. Msalnya poster beda dengan rublik
6. Melibatkan peserta didik
Untuk merancang rublik, membuat kreteria penilaian sehingga pembelajarn bermakna dan mendalam.
 
D. Menyusun rapor
Menentukan pencapaian peserta didik (berupa pencapaian standar fase: awal berkembang, mulai berkembang, berkembang, sangat berkembang) dan mendeskripsikan catatan prosesnya dalam satu paragraf.

E. Membuat dokumen
a. Jurnal
b. portofolio

 

Cak Wildan
Cak Wildan Teacher, Football Coach, Writer, Designer.

Posting Komentar untuk "ASSESMEN P5 KURIKULUM MERDEKA"